RELEVANSI AJARAN MALAMATIYYAH DALAM MENANGGULANGI PATOLOGI PSIKOLOGIS MASYARAKAT DIGITAL: SAKRALITAS SPIRITUAL DI TENGAH PROFANITAS CYBERSPACE

Penulis

  • Rifqil Halim

Abstrak

Penelitian ini mengeksplorasi relevansi doktrin Malamatiyyah dalam konteks psikologi masyarakat digital kontemporer. Era digital ditandai oleh pergeseran eksistensial di mana individu terjebak dalam hasrat akut terhadap rekognisi sosial (social validation), narsisme digital, serta komodifikasi kesalehan visual. Fenomena ini memicu berbagai patologi psikologis seperti kecemasan eksistensial, sindrom Fear of Missing Out (FOMO), dan disonansi identitas akibat fragmentasi antara persona siber dan realitas objektif. Melalui metode kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan hermeneutik-fenomenologis, penelitian ini membedah pilar-pilar tradisi Malamatiyyah—semisal menyembunyikan kebajikan (kitman al-hasanat), penampakan keburukan superfisial untuk menghancurkan ego (syuhrat al-nafs), dan penolakan terhadap pujian makhluk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip epistemis dan metodologis Malamatiyyah menawarkan kerangka dekonstruktif yang efektif terhadap hiperrealitas dan simulakra media sosial. Ajaran ini berfungsi sebagai terapi psikologis-spiritual untuk memulihkan keaslian eksistensial (authenticity), membebaskan jiwa dari belenggu validasi algoritma, serta menegakkan kembali batas sakralitas spiritual di tengah ruang siber yang murni profan.

Kata Kunci: Malamatiyyah, Psikologi Masyarakat Digital, Validasi Sosial, Narsisme Siber, Tasawuf Kontemporer.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-30

Terbitan

Bagian

Artikel